Manusia diberikan dua tangan, lalu untuk apa saja tangan kita digunakan? Ini cerita tentang iyan dan teman satu konsentrasi program studi, sederhana sih, tapi ada hikmahnya kok wkwk. Jadi di program studi kami, ada empat jenis konsentrasi. Konsentrasi yang iyan ambil terkenal kurang peminat karena selalu dianggap sulit oleh mahasiswa. Bukan hanya di angkatan iyan saja, tapi dari beberapa angkatan sebelumnya. Jumlah terbanyak mahasiswa yang memilih konsentrasi ini hanya empat orang, ya, empat! Tidak lebih. Tapi ya, namanya juga tertarik dengan konsentrasi ini dan tidak tertarik dengan konsentrasi lain, kita ya jalan aja. Kan belajar. Mau sesusah apapun, selama itu proses pembelajaran ya bisa dianggap normal. Awalnya biasa aja, tapi semua berubah ketika iyan merasa dikotak-kotakkan karena konsentrasi yang kita ambil. Buat apa sih? Nanti kalau lulus juga gelarnya sama, nggak akan beda sekalipun beda konsentrasi. Iyan inget banget, waktu iyan dan tiga orang teman lain (satu kon...
I don’t have any privileges! Adalah kalimat yang sangat-sangat ingin iyan teriakin ke orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya iyan. Kenapa? Dari kecil, dari zaman iyan masih SD, iyan selalu diintimidasi dengan omongan-omongan yang menuduh iyan, kalau iyan punya banyak privilege , entah karena bapak atau kakak. Hah! Kesel! Iyan ingat banget, dulu waktu masih SD, ada perlombaan cerdas cermat yang diadain sama mahasiswa KKN. Terus, soal cerdas cermatnya dibuat sama kakaknya iyan (btw ini cerdas cermat dengan topik agama islam). Timnya iyan, isinya cuma anak SD dengan kemampuan biasa aja. Sedangkan tim lain, ada yang tingkat SMP dan terkenal pintar. Setelah babak penyisihan sampai final, ehh tau-tau timnya iyan yang menang. Wkwk, gak nyangka sumpah! Tapi ya, di tengah acara final, iyan malah denger sesuatu, “kan kakaknya yang buat soal, pasti dikasihtau”. What the heck! Setelah itu, iyan gak senyum sama sekali. Iyan emosi kan, kesel nih, ...